Selasa, 10 Juni 2008

Melirik Investasi

Melirik Investasi Sebagai Passive Income

Active Income : Penghasilan yang kita terima/ peroleh hanya jika kita melakukan sesuatu pekerjaan, contohnya: menjadi karyawan, bisnis pribadi,dll

Passive Income : Penghasilan yang dapat kita peroleh dengan memberikan modal untuk usaha, dan modal tersebut akan berkembang tanpa keikut sertaan diri kita untuk mengembangkan modal tersebut, contoh : tabungan, deposito, tanah, logam mulia, saham, dan investasi.

Pertanyaan : apakah sekarang kita menerima pengahasilan hanya dari sumber aktif income saja ? atau adakah penghasilan yang kita dapatkan berasal dari pasif income?

Bila jawaban anda adalah sumber penghasilan anda berasal dari aktif income saja, maka sebaiknya anda mulai memikirkan suatu alternative untuk memperoleh penghasilan yang berasal dari pasif income karena:

- Dengan hanya mengandalkan aktif income, kita harus menyadari bahwa akan tiba masanya bagi kita untuk tidak meakukan suatu pekerjaan dengan kemampuan yang kita miliki sekarang. Mungkin dikarenakan pensiun dan banyak hal lainnya.

- Anda sangat tergantung pada pekerjaan anda atau aktifitas yang memberikan income tersebut. Dengan hanya memiliki penghasilan yang berupa aktif income, maka tanpa melakukan pekerjaan tersebut kita tidak akan dapat memperoleh penghasilan

- Jika aktifitas yang anda miliki sangat padat, maka hal tersebut mungkin akan dapat mengurangi perhatian anda pada orang-orang dekat anda yang justru sangat membutuhkan perhatian dari anda.

Bila jawaban anda adalah sumber penghasilan anda berasal dari aktif income dan pasif income, kami ucapkan selamat bagi anda. Namun demikian anda perlu mempertimbangkan berapa macam jenis dan sumber dari penghasilan tersebut, jumlah penghasilan tersebut dan berapa lama penghasilan tersebut akan anda dapatkan.

Investasi adalah salah satu piihan bagi anda dari sekian banyak jenis pasif income yang dapat anda pilih selain membuka usaha atau bisnis sendiri (dan membayar orang lain untuk menjalankan usaha tersebut).

Banyak jenis investasi yang ditawarkan dalam system perekonomian sekarang ini. anda bisa memilih jenis investasi yang paling aman dan hampir tidak ada resikonya yakni jenis investasi yang disediakan oleh usaha perbankan (Tabungan dan Deposito).

Dengan melakukan ini, anda tidak perlu khawatir akan kehilangan modal yang anda tanamkan. Anda tinggal melakukan pekerjaan biasa dan anda akan menerima bunga atau bagi hasil yang telah anda sepakati dengan pihak Bank. Bunga yang ditawarkanpun relative beragam mulai dari 5 – 12 % pertahun. Tapi pernahkan anda memikirkan bahwa Bank mempunyai kebebasan menggunakan seluruh uang yang anda investasikan (dalam tabungan dan deposito) untuk di ‘putar’ lagi ke usaha lainnya yang penghasilannya jauh lebih besar dari yang Bank berikan untuk anda.

Bank menggunakan uang yang anda tanamkan salah satunya untuk membantu para pengusaha kecil yang memang membutukah dana untuk mengambangkan usahanya. Untuk program KUK (Kredit Usaha Kecil) ini Bank Bank mendapatkan penghasilan yang tidak jauh berbeda dari yang anda dapatkan. Tapi pernahkan anda memikirkan bahwa Bank mempunyai usaha yang memberikan income untuk permodalannya sebesar 0 – 5 % / HARI dari dana yang anda tanamkan? sementara anda hanya menerima maksimal 12 % / tahun?

Contoh kasus :

Bila anda menanamkan uang untuk deposito sebesar 100 juta dalam jangka waktu 1 tahun. Berapa yang anda dapatkan dan berapa yang mungkin Bank dapatkan dari dana yang anda serahkan ?

Jawab:

Dengan bunga sebesar maksimal 12 % /tahun maka anda akan mendapatkan laba bersih ± 12 juta. Sementara Bank akan mendapatkan (asumsi minimal 1 %/ hari dari sekitar 0 -5 % / hari, dan asumsi 300 hari kerja dari 365 hari setahun), 300 hari/tahun x 1%/hari x 100 juta = 300 juta/ tahun.

Dari contoh diatas mungkin anda mulai memikirkan apakah tidak sebaiknya bahwa anda berperan sendiri sebagai Bank. Artinya bila anda tahu usaha yang Bank lakukan agar menghasilkan keuntungan sebesar 0 - 5 %/ hari, maka anda akan melakukan usaha tersebut.

Contoh investasi lain yang banyak dilakukan adalah OBLIGASI.

Obligasi adalah suatu proses pinjaman yang dilakukan oleh orang-orang pribadi atau badan non Bank dengan tujuan memotong peran Bank sebagai badan yang meminjamkan dana.

Contoh : Tuan A mendepositokan dana 100 juta kepada Bank XYZ, maka Tuan A akan mendapat bunga sekitar 12 % / tahun. Tuan B ingin meminjam dana untuk pengembangan usaha sebesar 100 juta kepada Bank XYZ dengan bunga sebesar 20 %/ tahun. Maka dari kondisi tersebut Tuan A dan Tuan B bisa mengadakan kerjasama Obligasi yakni Tuan A memberikan pinjaman 100 juta kepada Tuan B dengan bunga 15 % / tahun.. Sehingga Tuan A akan mendapatkan penghasilan lebih dari pada apabila Tuan A mendepositokan dananya ke Bank XYZ. Dan dengan demikian pula Tuan B akan membayar bunga yang lebih kecil dari pada yang harus Tuan B bayarkan pada Bank XYZ.

Sistem usaha seperti ini akan mendatangkan penghasilan yang lebih kepada Tuan A, tetapi system ini lebih beresiko dibanding bila Tuan A mendepositokan. Karena Tuan A harus memantau dan menagih sendiri kepada Tuan B.

Contoh lain investasi yang banyak dilakukan adalah SAHAM.

Pembelian saham oleh orang-orang pribadi dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari pada yang diberikan oleh tabungan/ deposito maupun obligasi. Karena dalam perdagangan saham tidak ada ketetapan berapa % yang akan kita terima dalam setahun dan dalam perdagangan saham kita dapat memperleh profit atau keuntungan dalam hitungan hari.

Contoh: Tuan A membeli saham PT. XYZ Tbk dengan harga Rp2000,-/ unit sebanyak 1000 unit. Pada penutupan market (pasar) harga saham PT. XYZ Tbk meningkat menjadi Rp 2200 per unit. Bila pada harga tersebut tuan A menjual 1000 lembar saham yang di belinya, maka keuntungan yang diterima tuan A adalah (Rp2200/lembar – Rp 2000/lembar) x 1000 lembar = Rp200.000.

Ilustrasi kejadian diatas dapat digambarkan sebagai berikut

Modal Rp 2000.000

Saham PT XYZ Tbk Rp 2000/lbr Beli 1000 lembar

Saham PT XYZ Tbk Rp 2200/lbr Jual 1000lembar

Profit = (Rp2200/lembar – Rp 2000/lembar) x 1000 lembar = Rp200.000. ( sekitar 10% dari modal)

Keuntungan diatas jelas jauh lebih besar dibanding dari pada yang bisa didapatkan dari Tabungan/deposito. Dan keuntungan tersebut bisa didapatkan dalam hitungan hari.

Namun yang perlu dipertimbangkan adalah resikonya. Yakni bila harga dari saham yang kita beli ternyata turun maka yang tuan A dapatkan bukanlah profit melainkan kerugian.

Contoh

Modal Rp 2000.000

Saham PT XYZ Tbk Rp 2000/lbr Beli 1000 lembar

Saham PR XYZ Tbk Rp 1800/lbr Jual 1000lembar

Profit = (Rp1800/lembar – Rp 2000/lembar) x 1000 lembar = - Rp200.000. ( kerugian sekitar 10% dari modal)

Dilihat dari segi keuntungan dan dari segi resiko bisa kita simpulkan bahwa semakin kecil peluang keuntungan yang bisa kita dapatkan, maka semakin kecil resiko yang mungkin akan kita tanggung. Dan sebaliknya semakin besar peluang profit atau keuntungan yang bisa kita dapatkan, maka semakin besar kemungkinan resiko yang mungkin akan kita tanggung.

Contoh investasi lain yang mulai banyak dilakukan adalah system perdagangan alternative. Diantaranya adalah Forex dan Index

Forex : Foreign Exchange atau biasa di kenal dengan Valas (Valuta Asing) yaitu pemanfaatan perubahan tingkat nilai mata uang suatu negara terhadap nilai mata uang Dolar Amerika.

Secara perorangan biasa dilakukan di Bank atau di Money Changer.

Contoh : 1 Poudsterling = 1.7420 USD, 1 USD = 10000 Rupiah, dll

Perdagangan forex/valas secara pribadi tidak temasuk dalam perdagangan alternative. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan untuk melakukan valas. Yaitu :

- Kita harus meyakinkan terlebih dahulu bahwa mata uang yang kita beli atau kita miliki akan mengalami kenaikan harga atau nilai.

Contoh : Tuan A memiliki dana sebesar Rp 200juta sementara $1US = Rp 10.000. Bila Tuan A membelanjakan seluruh dana tersebut untuk membeli $US, maka Tuan A mendapat $20.000US. Bila $1 US menjadi = Rp 10.050 maka bila tuan A menjual uang Dolar yang dimilikinya, keuntungan yang didapatkan adalah (Rp 10.050 /US$ - Rp 10.000 /US$ ) x US$20.000 = Rp1000.000

Namun sebaliknya bila US$ 1 menjadi = Rp 9950, maka dengan menjual uang Dolar yang dimilikinya, tuan A akan menderita kerugian sebesar (Rp9.950 /US$ - Rp 10.000 / US$) x US$20.000 = - Rp 1000.000



Kasus di atas adalah yang akan terjadi jika kita memperdagangkan Forex/ valas di Lokal market atau di Money changer.

Pertanyaan: adakah system perdagangan yang lebih baik dari kasus di atas ?

Jawab: Ada. Jika melakukan perdagangan INDEX atau IMMAI (buka www.capitalmanage.blogspot.com ) di Internasional Market atau di Sistem Perdagangan Alternatif.

Dalam system perdagangan alternative ini di kenal system yang disebut Two way Market.

System ini dikeluarkan untuk menyempurnakan system One way Market. Dalam system Two way market, peluang keuntungan bisa di raih lebih besar, dan peluang kerugian lebih kecil karena baik harga bergerak naik atau harga bergerak turun, pemodal dapat meraih keuntungan.

Contoh

Bila kita memperdagangkan GBP (antara Pound Inggris dengan US$ )

1 P = 1.7000 US$, di harga / nilai ini tuan A melakukan kepemilikan nilai dengan mendepositkan dana sebesar 1 Round (senilai dengan 2 lot atau senilai dengan 2000US$ atau senilai dengan Rp20.000.000).

Langkah yang harus diambil oleh Tuan A adalah Menganalisa pergerakan nilai atau harga.

- Jika hasil analisa Tuan A menyatakan nilai akan bergerak naik maka kepemilikan nilai tadi harus tuan A namakan dengan sebutan Buy New. Dan jika yang terjadi selanjutnya adalah harga bergerak naik, maka Tuan A akan mendapat keuntungan dengan melakukan penutupan transaksi atau melepas kepemilikan dengan menyatakan Sell Close.

- Jika hasil analisa Tuan A menyatakan nilai akan bergerak turun, maka kepemilikan nilai tadi harus Tuan A nemakan dengan sebutan Sell New. Dan jika yang terjadi selanjutnya adalah harga atau nilai bergerak turun, maka Tuan A mendapat keuntungan dengan melakukan penutupan transaksi atau melepas kepemilikan dengan menyatakan Buy Close.

Ilustrasi :

Nilai : 1P = 1.7000 US$ ( langkah 1 : Lakukan kepemilikan)

( langkah 2 : Analisa pergerakan nilai atau harga)

Jika Analisa menyatakan nilai akan bergerak naik,

1 P= 1.7000 US$ Buy New ( langkah 3 : namakan posisi atau kepemilikan dengan ‘Buy New’)

jika harga naik 1 P = 1.7050 US$ Sell Close ( langkah 4 : melepas kepemilikan dengan ‘Sell Close’ )

yang terjadi adalah profit 50 point

Jika Analisa menyatakan nilai akan bergerak Turun,

1 P= 1.7000 US$ Sell New ( langkah 3 : namakan posisi atau kepemilikan dengan ‘SellNew’)

jika harga Turun 1 P = 1.6950 US$ Buy Close ( langkah 4 : melepas kepemilikan dengan ‘ Buy Close’ )
yang terjadi adalah profit 50 point




Tidak ada komentar: