Minggu, 08 Juni 2008

Trading Menggunakan Moving Average

MOVING AVERAGE

Moving average atau rata-rata pergerakan, seperti halnya candle stick, sangat popular di kalangan trader di dunia. Analisa ini hampir selalu digunakan bersama dengan candle stick, karena dalam beberapa hal, untuk memprediksi pergerakan harga ke depan secara technical, moving average akan di padukan degnan candle stick.

Ada beberapa kegunaan dari analisa ini, antara lain adalah:

- mengetahui arah pergerakan pasar

- mengetahui range atau daerah kekuatan pasar

Dengan mengamati moving average, kita bisa memprediksi tren pasar. Dan dalam penggunaannya, analisa menggunakaan moving average sulit di lakukan tanpa memadukan dengan analisa yang lain atau degnan sesame moving average.

Moving average yang bisa di gunakan adalah 5, 7, 14, 25, 50, 100, 200, 400.

Bila trader memilih MA 5, maka moving average yang di tampilkan akan menunjukkan rata-rata pergerakan mulai dari 5 sesi sebelumnya.

Sebagai contoh, bila trader memilih satu sesi adalah 1 hari, dan memilih MA 25, maka yang tampil adalah moving average yang menunjukkan rata-rata pergerakan 25 sesi (25 hari) ke belakang.

Bagaimana

Untuk menggunakan moving average, trader dapat memakai 2 cara :

- Single Moving Average.

Penggunaan moving average tunggal bukan berarti kita tidak menggunakan analisa lain. Moving average tunggal pada umumnya lebih bersifat indiaktor pembatas dalam arti untuk mengetahui kuat atau tidaknya harga atau nilai yang di gambarkan dalam candle stick untuk menembus batas tersebut (moving average tunggal).

Single Moving average pada umumnya bersifat bertingkat, bila harga atau nilai sudah mampu menembus satu moving average, maka moving average yang lain bertindak sebagai batas berikutnya (sebagai support atau resistant berikutnya).

- Multi Moving Average

Bila trader ingin suatu konfirmasi pergerakan dalam menentukan tren pasar, maka penggunaan lebih dari satu Moving average adalah pilihannya. Mengkombinasikan dua atau lebih moving average memang lebih bersifat Long Term Trading, karena pada saat pengkonfirmasian terjadi, maka yang sebenarny terjadi adalah harga sudah bergerak jauh dari arah balikannya. Di sini, trader hanya lebih mendapat konfirmasi pergerakan harga, namun trader tidak mendapat profit maksimal.

Untuk melakukan pengkombinasian antara lebih dari satu MA ini, secara sederhana dapat di sebutkan demikian:

- Bila satu atau lebih MA yang lebih kecil melalui MA yang lebih besar dari bawah, maka harga dapat di pastikan bergerak naik (kondisi pasar normal).

- Bila satu atau lebih MA yang lebih kecil melalui MA yang lebih besar dari atas, maka harga dapat di pastikan bergerak turun (kondisi pasar normal).

Hal yang perlu dicermati oleh trader adalah kadang ada pola pembalikan sebagai akibat tidak mampunya pasar bergerak menembus MA yang berfungsi sebagai pembatas. Bila terjadi crossing (MA lebih kecil melalui MA lebih besar) sesaat lalu terjadi MA lebih keci crossing MA lebih besar kembali menuju kea rah MA lebih kecil itu datang, maka harga akan berbalik arah kembali. Artinya, MA yang lebih besar yang di tujunya tadi tidak mampu di tembus.

Untuk melakukan Multi Moving Average, para trader perlu menunggu beberapa saat lagi untuk memastikan MA yang lebih kecil tidak berbalik arah kembali kearah datangnya.

Dari gambar Dapat dilihat harga yang bergerak tajam setelah terjadi crossing antara MA kecil dengan MA yang lebih besar, dan saat terjadinya crossing, sesungguhnya trader telah kehilangan banyak potensi keuntungan,.

Dari gambar Dapat di lihat pergerakan MA kecil yang sesaat melalui MA yang lebih besar kemudian kembali kearah datangnya. Hal ini perlu dicermati trader.

Tidak ada komentar: